Oknum Perwira di Sat Lantas Polres Jakarta Timur Diduga Kerap Meras Anggota

 

JAKARTA– Anggota Satuan Lalu lintas wilayah Jakarta timur setiap hari dibuat resah oleh perilaku salah satu oknum pimpinannya yang kerap menjadikan mereka (anggota) sebagai mesin ‘ATM’ (setoran).

Menurut informasi yang dihimpun oleh tim investigasi wartawan mengungkapkan bahwa oknum perwira tersebut merupakan salah satu petinggi di Sat Lantas Polres Metro Jakarta Timur berisial BN dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol). Ternyata sikap tidak terpuji tersebut sudah lama ia praktekan tanpa rasa malu sedikit pun.

Menurut kesaksian para anggota yang tak ingin diungkapkan identitasnya menjelaskan bahwa mereka sangat menyesalkan sikap seorang perwira yang tidak memiliki etika saat bertugas.

Modusnya, dengan berpura-pura melakukan pengecekan dan pengawas anak buah dilapangan yang tersebar mulai dari perbatasan Bogor-Jakarta dan Jakarta-Bekasi.

“Ini sudah diambang batas, sungguh keterlaluan. Kami harus setor terus, kami sudah beberapa kali kirim surat ke pak Cakra satu (Dirlantas) untuk dapat menindak oknum perwira itu namun hingga saat ini tak ada respon dari pimpinan,” ujar sumber terpercaya yang saat ini identitasnya ada di meja redaksi.

Yang lebih parah, saat anak buah tersebut tak memberikan setoran (uang) maka dengan sekejap anggota yang dianggap membangkang itu akan dipindahkan.

Wartawan pernah menyampaikan keluhan para anggota yang teraniaya tersebut ke Kasat Lantas Jakarta Timur AKBP Sutimin, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs Halim Pagarra, dan Wadirlantas AKBP Kingkin Winisuda pada saat mengikuti acara Launching ‘Pojok Baca’ di Satpas SIM Daan Mogot beberapa waktu lalu. Namun hingga berita ini diturunkan semua pihak yang berwenang tersebut belum memberikan respon.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat ini sedang gencarnya memberangus kebiasaan buruk anggota Polri di lapangan yang kerap melakukan pungutan liar (Pungli), namun sepertinya ia kecolongan dengan ulah oknum perwira di Satwil lantas Jakarta Timur tersebut, yang menjadikan anggotanya sebagai mesin ‘ATM’ (setoran).

Jika sudah demikian maka tidak menutup kemungkinan anggota-anggota yang bertugas di lapangan tersebut mau tidak mau harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang demi mengejar setoran kepada pimpinan.

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password