IPW Desak Dirlantas Copot Perwira Polisi yang Hardik Pemohon SIM di Satpas SIM Daan Mogot

 

Jakarta- Ketua Presedium Ind Police Wath Neta S Pena menyayangkan sikap oknum polisi berpangkat Iptu berinisial PP yang bertugas di Satpas SIM tak menjalankan program prioritas Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Apa yang dilakukan oleh PP sangat tidak sejalan dengan tugas Polri dan telah membuat tiga kecerobohan,” tutur Neta kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Neta menjelaskan, kecerobohan pertama yang dilakukan oleh PP adalah karena tidak menyadari bahwa anggota polri yang sudah digaji rakyat untuk bertugas melayani dan mengayomi masyarakat.

Kedua sebagai petugas di Satpas SIM yang seharusnya melayani bukannya malah mengedepankan arogansi.

Ketiga sebagai orang tua harusnya bisa bersikap arif dan memberi contoh pada yang lebih muda.

” Melihat sikapnya yang ngawur itu PP sudah tidak pantas lagi menjadi Polisi yang bertugas bersentuhan dengan masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, IPW mendesak agar Dirlantas Polda Metro Jaya segera menarik PP dari Satpas SIM dan menempatkannya pada fungsi kepolisian yang tidak bersentuhan dengan masyarakat.

“Dari kasus ini Dirlantas harus mengingatkan anggotanya agar bisa benar benar menjadi polisi yang profesional,” katanya.

Diberitakan sebelumnya bahwa ada seorang warga mengeluhkan buruknya pelayanan di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi (SIM) Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Pasalnya, salah seorang oknum polisi berpangkat Iptu berinisial PP yang bertugas di Satpas SIM tak menjalankan program prioritas Kapolri Jenderal Tito Karnavian yakni Profesional, Modern, Terpecaya (Promoter).

Seorang siswi SMA di Jakarta berinisial A (17) menceritakan perlakuan tidak menyenangkan kepada dirinya dan ibunya saat membuat SIM. Hal itu terjadi saat A dan Ibunya hendak membuat SIM pada Sabtu 22 Juli 2017 lalu.

“Jadi pada saat saya dan ibu saya sedang menunggu di bagian pendaftaran, tiba-tiba dia (Iptu PP) datang terus bertanya ke arah saya ‘Hei, kau siapa? Mau apa kau? Kau calo ya,” ujarnya sambil menirukan ucapan oknum polisi tersebut di Jakarta, Rabu (26/7/2017).

A pun merasa heran dengan ucapak Iptu PP itu. Karena, tidak seharusnya PP melontarkan ucapan seperti itu. “Saya jawab kenapa pak? Saya mau bikin SIM dan bukan calo,” katanya lagi.

A langsung mempertanyakan sikap oknum polisi tersebut yang dianggapnya tidak pantas sebagai aparat pengayom warga.

“Pak, bapak kok seperti itu ya? Harusnya bapak itu sebagai aparat melayani dan mengayomi pak,” kesalnya.

Hingga akhirnya, A dan sang ibu tetap melanjutkan proses pembuatan SIM. A pun berharap, Kapolri Tito Karnavian menegur Iptu PP tersebut agar tak mengulangi di kemudian hari.

“Buat Pak Kapolri atau pejabat kepolisian tolong ditindaklanjuti. Semoga kejadian yang sama tidak terulang,” harapnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password